Rabu, 03 Juli 2013

Gubernur Lampung : Operasional PWRI Harus Didukung Oleh APBD


Gubernur Lampung menunjuukkan ekspressi keterkejutannya kertika mengetahui informasi bahwa operasional rutin PWRI Lampung tidak didukung oleh APBD I Lampung. Dalam detik itu juga Gubernur Syachruddin ZP, memerintahkan kepada jajarannya agar segera menganggarkan dana dukungan operasional rutin bagi PWRI Lampung, serta menyisihkan dana bantuan bagi ormas yang tersedia untuk membiayai program PWRI tahun ini juga. Gubernur meminta agar Pengurus Kerta PWRI dan PWRI Lampung segera mengajukan usulan dan memerintahkan kepada satfnya agar segera mengakomodir usulan itu. Hal ini disampaikan Gubernur Lampung di awal sambutannya pada acara silaturrahmi antara Pengurus dan anggota Kerta PWRI dengan Ibu Truly Syachruddin ZP sebagai Pembina Kerta PWRI Lampung bertempat di Rumah Dinas Gubernur Lampung Mahan Agung pada Hari Rabu 3 Juli 2013. Pertemuan itu dihadiri 970 orang anggota dan beberapa orang undangan.

Lebih lanjut Gubernur mengatakan bahwa saya tidak mebeda bedakan antara PWRI dan IPPNS, karena IPPNS adalah bagian dari PWRI. Saya membentuk IPPNS karena merasa kesulitan berkomunikasi dan menjangkau PWRI, tetapi bukan untuk membeda bedakan, walaupun komunikasi dengan IPPNS lebih intens. Untuk kita ketahui selain IPPNS dan PWRI juga ada Fepabri dan saya pada saatnya nanti akan berada di dalamnya, oleh karenanya saya tidak membeda bedakan antara yang satu dengan yang lain.

Selama ini saya tidak mengetahui bila PWRI tidak mendapatkan dukungan APBD dalam aktivitas rutin organisasi, karena dana APBD adalah uang rakyat yang harus kita pertanggungjawabkan kepada rakyat melalui mekanismenya. Saya berterima kasih dengan acara ini berarti kita telah memulai hubungan dan komunikasi yang lebih baik dibanding yang lalu.

Dalam pertemuan itupun Gubernur menyepakati bantuan APBD untuk memperbaiki gedung perkantoran PWRI yang terletak di Jalan Landak No. 12 Kedaton Bandar Lampung. Ketua PWRI Provinsi Lampung Drs. M.Nur Alfian menginformasikan bahwa Kantor PWRI Lampung sekarang ini menampung kegiatan selain bagi PWRI Lampung bersama Kerta PWRI Lampung, juga dijadikan tempat sekretariat dan berbagai kegiatan yang dilakukan oleh PWRI Cabang Kota Bandar Lampung, PWRI Ranting Kedaton, PWRI Dikbudparpora, serta Ikatan Pensiunan Pendidikan Lampung serta dijadikan aktivitas Koperasi PWRI. Sehingga dengan terpaksa masing masing berkantor secara bergantian, dan Pengda PWRI Lampung terpaksa hanya berkantor satuhari dalam seminggu, yaitu setiap hari Rabu, untuk memberikan kesempatan kepada yang lain menggunakan fasilitas kantor yang sangat terbatas itu.

Syachruddin Ingin Istirahat.

Ucapan terima kasih disampaikan oleh Gubernur Syachruddin kepada Pengda PWRI Lampung yang telah mengusulkannya untuk diajukan sebagai calon Presiden. Tetapi saya tahu diri, karena saya ini bukan Ketua dari Partai yang berwenang mengajukan Calon Presiden, apalagi untuk mencalonkan diri sebagai Presdien itu membutuhkan dana yang banyak, sebagai resiko politik tentunya, karena kenyataannya demokrasi yang kita anut juga membutuhkan dana yang besar. Walaupun sebenarnya pengalaman lapangan dan pendidikan saya bisa lebih baik daru Wiranto dan Prabowo, karena saya mendapatkan jabatan secara bertahap mulai dari Kapolsek hingga mendapatkan anugerah bintang tiga. Sementara mereka kurang pengalaman di lapangan, tetapi apalah artinya pengalaman pengalaman itu bila tidak didukung oleh yang lain.
Tetapi biarlah saya menikmati saja, bila memang tugas saya sudah selesai saya ingin istirahat, saya ingin juga melakukan sesuatu di luar tugas kedinasan, di luar tugas Pemerintahan, saya tidak ingin menjadi Presiden, cukuplah rasanya saya jadi Presidennya PWRI Lampung saja, kata beliau sambil tertawa renyah dan mengakhiri sambutannya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar