INFO SEHAT

INFO SEHAT

Kamis, 23 Oktober 2014

Pelantikan Presiden Ternyata Lancar Lancar Saja.


 Dengan segala rasa keprihatinan yang sangat mendalam ingin kita katakan bahwa sebagian mereka yang sering ditampilkan oleh media massa ternyata sesungguhnya mereka seperti menginginkan bangsa ini ricuh,  Gelar kehormatan yang disandangkan kepada mereka baik sebagai politisi, akademisi, pakar, pengamat dan bahkan juga negarauan, dan kita biarkan mereka menghiasi layar televisi selama berbulan bulan, ternyata mereka hanya menebarkan bau busuk berselimut fitnah. Demikian mudahnya mereka mengatas namakan mayoritas masyarakat untuk menuding dan memfitnah lawan politik, terlebnih juga mereka yang berselimut akademisi, ilmiawan, pakar dan semacamnya yang sudah barang tentu sangat menikmati lezatnya hiruk pikuk perpolitikan bangsa ini.

Bila Prtof.Sahetapi mengatakan bahwsa ucapan para politisi sekarang ini berbau busuk, maka kita katakan juga bahwa ternyata para pengamat dan semacamnya yang ternyata dalah para loyalis berlindung di balik selimut kehormatan juga menyebarkan nafas yang tidak kalah baunya dengan para politisi yang dikatakan bau oleh sang profesor.

Minggu, 01 Juni 2014

Kampanye Hitam juga Dipicu Oleh Tim Pemenangan, Pengamat dan Media Massa


Kampanye hitam menjelang pemilihan Capres yang pada saat ini mulai menjengkelkan dan bahkan menghawatirkan, bila kita membaca facebook, twitwr dan macam macam jejaring sosial lainnya. Tetapi untuk kita ketahui juga bahwa sedikit banyaknya kampanye hitam yang dilakukan oleh masyarakat di jejaring itu justeru dipicu oleh cara cara para tim pemenangan memuji calon yang akan dimenangkannya, dan juga cara cara para anggota tim ini menyudutkan calon dari pihak lawannya. Kampanye hitam juga dipicu oleh bagaimana media massa menayangkan secara kurang berimbang dalam memberitakan perihal para calon ini.

Seyogyanya tim itu diuji terlebih dahulu tentang kemampuannya beretika dalam berbicara, manakala tim setiap berbicara hanya pandai memuji muji calonnya dan selaluy menyudutkan dan bahkan menghina calon yang lain maka janganlah disalahkan jika mereka yang aktif di jejaring sosial terpicu untuk berbicara lebih tak beretika.

Seyogyanya juga media itu harus berperan sebagai pendidik masyarakat, bukan hanya membela sispa yang membayar. Karena sekarang inipun para pengamat justeru ikut terpengaruh, kalimat kalimat merekapun mereka pilih sesuai dengan media mana yang mewawancarai mereka, agar hasil wawancara itu ditayangkan dan bila perlu berulang ulang. Bila yang mewawancarai Metro TV maka jangan lupa untuk memberikan kecendrungan dan memuji kubu Jakowi, tetapi manakala yang mewawancarai adalah TV One, maka dipastikan merekapun harus memberikan dukungan moral kepada kubu Prabowo.

Seyogyanya para pihak undur selangkah, untuk evaluasi diri,  apakah itu kubu masing masing, para pengamat dan juga media massa. Keselamatan Bangsa ini jauh lebih penting dibanding kemenangan  kubu kubu yang bersaing.

Jumat, 06 Desember 2013

Acara Pemberian Tanda Kehormatan Bagi Aktivis PWRI Lampung



Pemberian Tanda Kehormatan Wredatama Nugeraha Madya dan Pratama PWRI



Bagi Aktivis PWRI yang Berkiprah di Masyarakat.

Pemda Provinsi Lampung menyampaikan ucapan selamat kepada tiga orang pengurus Pengda PWRI Lampung yang mendapatkan Tanda Kehormatan Wredatama Nugera Madya dan Tanda Kehormatan Wredatama Nugeraha Pratama. Tanda kehormatan ini adalah merupakan bukti bahwa kita sebagai abdi negara dan abdi masyarakat masih meneruskan pengabdiannya sekalipun diusia pensiun. Dan tanda kehormatan ini bukan saja bagi mereka yang berkiprah di organisasi, tetapi juga sebagai bukti kiprah pensiunan di masyarakat. Kami meminta kepada seluruh pensiunan agar tidak mengehentikan pengabdiannya sekalipun pad usia pensiun, yang tettunya disesuaikan dengan kondisinya. Sambutan tersebut disampaikan oleh Ir.H. Berlian Tihang dalam acara penyerahan tanda kehormatan tersebut.

Pengda PWRI Provinsi Lampung menyelenggarakan acara pemberian Tanda Kehormatan Wredatama dan Pratama diselenggarakan di Balai Kratun Pemda Provinsi Lampung pada hari Kamis 5 Desember 2013, acara dihadiri sekitar 300 orang termasuk diantaranya Sekda Provinsi Lampung. Tampak di kursi tami wakil dari beberapa Bank yang selama ini menjadi mitra para pensiunan yang memfasilitasi pembayaran gaji para pensiunan. Utusan organisasi pensiunan dan beberapa utusan Dinas/ Instansipun nampak menghadiri acara itu.

India dan Kita




INDIA dan kita punya banyak kemiripan. India dan kita ibarat dua sahabat kental. Indonesia merdeka pada 17 Agustus 1945, India menyusul merdeka pada 15 Agustus 1947. India berdiri di barisan negara-negara pertama yang mengakui kemerdekaan Indonesia.
Presiden Soekarno dan Perdana Menteri Jawaharlal Nehru sama-sama menggagas Konferensi Asia-Afrika di Bandung pada 1955, cikal bakal Gerakan Non-Blok, suatu organisasi internasional yang terdiri dari lebih dari 100 negara yang tidak beraliansi dengan blok kekuatan besar mana pun.
Menolak beraliansi bisa berarti emoh tunduk kepada negera-negara besar. Itu artinya India dan Indonesia serta negara-negara Gerakan Non-Blok lainnya yang umumnya negara-negara berkembang menolak takluk kepada negara-negara maju.
Bapak pergerakan nasional India Mahatma Gandhi memperkenalkan istilah swadesi. Bapak pergerakan Indonesia, Soekarno, memperkenalkan jargon ber dikari, berdiri di atas kaki sendiri. Swadesi dan berdikari sesungguhnya punya makna sebangun, yakni mandiri, tidak bergantung pada negara lain.
Namun, berpuluh-puluh tahun kemudian, di Konferensi Tingkat Menteri Ke-9 World Trade Organization di Bali, 3-6 Desember 2013, kita dan India, dua sahabat kental itu, menempuh jalan berbeda.
India mengusulkan penaikan subsidi pertanian dari 10% menjadi 15%. India menolak bernegosiasi dengan negara-negara maju yang menginginkan kenaikan menjadi 15% itu hanya berlangsung empat tahun. Itu artinya India menolak takluk kepada negara-negara maju demi mewujudkan swadesi pertanian, kedaulatan pertanian.

Isu Strategis di WTO Bali

Isu Strategis di WTO Bali
Poltak P Nainggolan  ;   Guru Besar dan Penasihat Delegasi DPR
untuk PC13 dan MC9 WTO Bali 3-6 Desember 2013
SINAR HARAPAN,  06 Desember 2013

  
Perhelatan besar Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) digelar di Bali pada 3-6 Desember 2013. Sebanyak 159 negara anggota WTO dan 25 negara pengamat yang mewakili 97 persen perdagangan dunia, mengirim utusan setingkat menteri untuk mengikuti KTM kesembilan WTO.

Sehari sebelumnya, 2 Desember, Uni Antar-Parlemen Dunia (IPU) bersidang menyiapkan masukan untuk dibawa ke sidang WTO dengan kehadiran lebih dari 130 negara anggotanya. Sehari sebelumnya, WTO juga mengambil keputusan final dan diakhiri pada 5 Desember.

Para anggota IPU bersidang kembali mendengar laporan Dirjen WTO mengenai masukan yang telah diserap dan capaian kemajuan sidang WTO.

Rabu, 04 Desember 2013

Kita dan WTO

Kita dan WTO
Siti Maimunah  ;   Badan Pengurus Jaringan Advokasi Tambang (Jatam)
KOMPAS,  03 Desember 2013
  
SETELAH pertemuan APEC di Bali,  Oktober, kini giliran Organisasi Perdagangan Dunia menggelar pertemuannya di Bali akhir 2013.
Bukan tanpa alasan  pertemuan skala global ini digelar di Indonesia. Setelah hampir setengah abad negeri ini mengobral kekayaan tambang dan hutan, menyediakan buruh murah dan pasar raksasa, serta keuntungan berlipat bagi pemodal di atas perilaku para pejabatnya yang korup, mereka sebenarnya ingin menunjukkan:  kepatuhan Indonesia melayani pemodal layak ditiru.

Indonesia  salah satu sumber utama pengerukan bahan mentah kebutuhan dunia, baik mineral maupun energi fosil. Untuk itu, setidaknya telah dikeluarkan lebih dari 11.000 izin pertambangan dan batu bara. Bahan mentah ini diekspor ke  negara- negara industri lantas diolah jadi barang elektronik, senjata, otomotif, dan perhiasan, yang  kemudian diimpor kembali dengan harga mahal. Salah satunya telepon seluler alias HP.