Jumat, 16 Februari 2018

MASUK PWRI KETIKA PERMASALAHAN DENGAN DIRI SELESAI




PENSIUN bukan aklhir dari segalanya terkandung maksud bahwa diusia pensiun  masih beraktivitas, utamanya ibadah dan kegiatan sosial lainnya. Tetapi   justeru memasuki era baru, dan tantangan yang baru pula. Maka memasuki usia pensiun yang paling ideal adalah pada saat yang bersamaan permasalahan bagi dirinya sudah selesai. Pensiun standar bagi PNS adalah usia 58, sementara bagi eselon 2 dan juga tenaga fungsional, pensiun adalah usia 60 tahun. Dalam usia itu maka sudah selayaknya bila seseorang sudah selesai dengan permasalahan pribadinya. Artinya pemasukan pundi pundi yang dimilikinya setiap bulannya berjalan lancar dan sangat mencukupi. Karena kevutuhan bisa diatasi dengan gaji pensiun yang bisa diterima setiap bulannya, Sementara kebutuhan yang temporer sifatnya bisa di atasi dengan tabungan yang dimilikinya. Termasuk biaya week and mengunjungi sanak famili yang  bertempat tinggal di kota lain dan sebagainya.

Bila ingin mengacu kepada kehidupan Rasulullah SAW maka permasalahan pribadi harus sudah selesai pada usia 50-an tahun. Tak lagi butuh bekerja untuk mengharap sejumlah gaji. Hari harinya ditandai dengan aktivitas ibadah dan dak dakwah serta gerakan sosial lainnya. Yang biayanya bisa menggunakan penghasilan berbagai sumber, karena idealnya seseorang memasuki usia pensiun itu ada sejmlah pemasukan rutin yang berjalan secara otomatis saja, yang telah dirintas jauh sejak masa pensiun kita.

Rabu, 14 Februari 2018

MEWUJUD DAN MENGEMBANGKAN ORGANISASI PWRI YANG MANDIRI

SEJATINYA anggota PWRI itu adalah terdiri dari orang orang yang sudah selesai dengan dirinya, sehingga PWRI dapat digerakkan sebagai organisasi Sosial memberikan konstribusi bagi masyarakat, teritama bagi mereka yang belum memasuki usia pensiun. Tetapi nampaknya hal tersebut merupakan sesuatu yang masih harus diperjuangkan dalam sisa sisa usianya.Hat tersebut terungkap dalam thema Mesuswarah Daerah Pengha PWRI Lampung yang insya Allah akan diselenggarakan pada tanggal 29-30 Maret 2018 atau awal April  2018,

Pengda PWRI Provinsi Lampung sebenarnya telah menyusun thema Musda : " Dengan Kerja Keras Serta Ikhlas Kita Tingkan/ Wujudkan PWRI Sebagai Organisi Kemasyarakatan Yang Mandiri Dan Demokratis.

Kamis, 25 Januari 2018

CARIKAN MODEL KEGIATAN UNTUK LANSIA

KETUA PWRI Provinsi Lampung dalam sambutannya pada acara Pengukuhan Tim Paduan Suara PWRI Ynit Dikbudparpora menyampaikan ucapan terima kasih dan pemnghargaan yang setinggi tingginya, karena keberadaan PWRI Unit Dikbudparpora membuat PWRI Lampung menjadi lebih semarak dan bahkan penghargaan dan pujian dari PWRI Pusat. Mungkin karena Unit Dikbudparpora ini banyak terdapat guru, sehingga para anggota memiliki keterampilan yang lebih dalam berorganisasi. Hal ini telah ditunjukkan dengan terbentuk dan dikukuhkannya Tim Paduan Suara PWRI Provinsi Lampung, ini menunjukkan suatu kegigihan, karena tentu saja telah melalui proses yang panjang, tentu dengan segala lika likunya, disela kesibukan keseharian masing masing. PWRI Lampung beberapa kali mendapat pujian dari PWRI pusat atas beberapa hal yang mendapat dukungan dri PWRI Unit Dikbudparpora, disampung pihak pihak lain tentunya.

Kita berharap Tim yang kita kukuhkun beberapa saat lalu ini akan menjadi tim yang tangguh, terampil, kompak dan kreatip. Juara tiga yang diraih pada lomba yang lalu menunjukkan adanya potensi yang besar, maka saya berharap kepada para Pengurus agar dapat membina dan memfasilitasi Tim yang didominasi oleh Ibu Ibu ini agar mendapatkan perhatian yang spesial

Sambutan sebelumnya disampaikan oleh Wakil Ketua PSWRI Lampung yang membidangi Kerta, dalam sambutannya beliau mempertanyakamn mengapa lagu Mars Kerta tak ikut dinyanyikan oleh Tim, paraanggota Tim menjawab spontan bahjwa mereka belum hapal, karena menjadi lagu yang lombakan yang lalu, mereka berjanji akan segera berlatih dan mengakorkanm dengan musik.

Dalam masalah lain juga beliau memperingatkan bahwa dalam acara yang lebihj baik lagi agar selain menyanyikan lagu kerta, maka para Ibu Ibu tak usah repot repot membuat seragam baru, karena seragam kita sudah baku dan berlaku di segala level, memakai batikl PWERI dan menggunakan warna jilbab yang juga sudah ditetapkan secara nasiona.=.

Sebelumny dalam menyampaikan laporan bahwa pertgemuan kali ini sifatnya santai dan tidak formal, memang telah diumumkan bahwa pakaian bebas, sedangkan yang memaki seragam batik PWRI hanya mereka yang bertugas saja dalam acara ini, sedangkan para anggota Tim Paduan Suara boleh memakai baju bebas tetapi para anggota sepakat mengenakan baju nuansa merah, karena rata rata mereka punya baju warna merah.

Ditetapkan bahwa Tim Paduan Suara  PWRI Unit Dibudparpora ini otomatis menjadi Timnya PWRI Lampung, dengan cara membuka peluang anggota lainnya sebagai anggotaTim.

Kamis, 23 Oktober 2014

Pelantikan Presiden Ternyata Lancar Lancar Saja.


 Dengan segala rasa keprihatinan yang sangat mendalam ingin kita katakan bahwa sebagian mereka yang sering ditampilkan oleh media massa ternyata sesungguhnya mereka seperti menginginkan bangsa ini ricuh,  Gelar kehormatan yang disandangkan kepada mereka baik sebagai politisi, akademisi, pakar, pengamat dan bahkan juga negarauan, dan kita biarkan mereka menghiasi layar televisi selama berbulan bulan, ternyata mereka hanya menebarkan bau busuk berselimut fitnah. Demikian mudahnya mereka mengatas namakan mayoritas masyarakat untuk menuding dan memfitnah lawan politik, terlebnih juga mereka yang berselimut akademisi, ilmiawan, pakar dan semacamnya yang sudah barang tentu sangat menikmati lezatnya hiruk pikuk perpolitikan bangsa ini.

Bila Prtof.Sahetapi mengatakan bahwsa ucapan para politisi sekarang ini berbau busuk, maka kita katakan juga bahwa ternyata para pengamat dan semacamnya yang ternyata dalah para loyalis berlindung di balik selimut kehormatan juga menyebarkan nafas yang tidak kalah baunya dengan para politisi yang dikatakan bau oleh sang profesor.

Minggu, 01 Juni 2014

Kampanye Hitam juga Dipicu Oleh Tim Pemenangan, Pengamat dan Media Massa


Kampanye hitam menjelang pemilihan Capres yang pada saat ini mulai menjengkelkan dan bahkan menghawatirkan, bila kita membaca facebook, twitwr dan macam macam jejaring sosial lainnya. Tetapi untuk kita ketahui juga bahwa sedikit banyaknya kampanye hitam yang dilakukan oleh masyarakat di jejaring itu justeru dipicu oleh cara cara para tim pemenangan memuji calon yang akan dimenangkannya, dan juga cara cara para anggota tim ini menyudutkan calon dari pihak lawannya. Kampanye hitam juga dipicu oleh bagaimana media massa menayangkan secara kurang berimbang dalam memberitakan perihal para calon ini.

Seyogyanya tim itu diuji terlebih dahulu tentang kemampuannya beretika dalam berbicara, manakala tim setiap berbicara hanya pandai memuji muji calonnya dan selaluy menyudutkan dan bahkan menghina calon yang lain maka janganlah disalahkan jika mereka yang aktif di jejaring sosial terpicu untuk berbicara lebih tak beretika.

Seyogyanya juga media itu harus berperan sebagai pendidik masyarakat, bukan hanya membela sispa yang membayar. Karena sekarang inipun para pengamat justeru ikut terpengaruh, kalimat kalimat merekapun mereka pilih sesuai dengan media mana yang mewawancarai mereka, agar hasil wawancara itu ditayangkan dan bila perlu berulang ulang. Bila yang mewawancarai Metro TV maka jangan lupa untuk memberikan kecendrungan dan memuji kubu Jakowi, tetapi manakala yang mewawancarai adalah TV One, maka dipastikan merekapun harus memberikan dukungan moral kepada kubu Prabowo.

Seyogyanya para pihak undur selangkah, untuk evaluasi diri,  apakah itu kubu masing masing, para pengamat dan juga media massa. Keselamatan Bangsa ini jauh lebih penting dibanding kemenangan  kubu kubu yang bersaing.